Khittah Perjuangan
KHITTAH
PERJUANGAN
HIMPUNAN
MAHASISWA ISLAM
PENDAHULUAN
Organisasi dapat dikenali dengan berbagai cara, antara
lain; melalui atribut-atribut organisasi, jargon-jargon gerakan, out put
organisasi berupa karya dan kader-kadernya. Mengidentifikasi HMI dengan hal-hal
tersebut dipandang amat sederhana, karena terbukti bahwa kesemuanya tak mampu
mewakili kedalaman cita pejuangan HMI, memberi inspirasi bagi keberlanjutan
perjuangan, apalagi jika dikaitkan dengan upaya untuk mempertahankan daya juang
kader sepanjang hayat.
Diperlukan satu konsep yang menggambarkan semangat
ideologis kader HMI yang dapat menjawab kebutuhan tentang pentingnya daya tahan
setiap kader dalam mengawal cita-cita perjuangannya. Hal ini diyakini lebih
memiliki keunggulan dibandingkan sekadar atribut, simbol, jargon, ataupun klaim
terhadap alumni dan kader yang “sukses” di bidang tertentu. Artinya, HMI belum
dapat digambarkan dengan mengedepankan hal-hal tersebut.
Khittah Perjuangan HMI merupakan dokumen yang menggambarkan
konsepsi ideologis sebagai upaya kader memberi penjelasan tentang cara pandang
HMI mengenai semesta eksistensi yang wajib diakui, kebenaran yang wajib
diperjuangkan, jalan hidup yang wajib dijunjung tinggi, cita-cita yang perlu
diraih, dan nilai-nilai yang mengikat atau menjiwai kehidupannya secara
individual maupun sosial.
Khittah Perjuangan merupakan paradigma gerakan atau manhaj
yang merupakan penjelasan utuh tentang pilihan ideologis, yaitu prinsip-prinsip
penting dan nilai-nilai yang dianut oleh HMI sebagai tafsir utuh antara azas,
tujuan, usaha dan independensi HMI. Definisi ini merupakan kelanjutan dan
pengembangan dari berbagai tafsir azas yang pernah lahir dalam sejarahnya.
Tercatat bahwa sejak didirikanya di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366
H atau 5 Pebruari 1947 M, HMI pernah memakai sejumlah tafsir azas seperti;
tafsir azas HMI (1957), Kepribadian HMI atau Citra Diri (1963), Garis-garis
Pokok Perjuangan (1967) dan Nilai-nilai Dasar Perjuangan (1969).
Dokumen-dokumen tersebut merupakan tafsir terpisah dari
tafsir tujuan dan independensi. Sebagai paradigma gerakan, penafsiran terpisah
antara azas, tujuan dan independensi mengandung kecacatan karena suatu
paradigma gerakan yang kokoh harus merupakan kesatuan utuh antara landasan, tujuan
dan metodologi mencapai tujuan.
Muatan Khittah Perjuangan, dengan demikian, merupakan
penjabaran konsepsi filosofis azas, tujuan, usaha dan Independensi. Azas
menjelaskan landasan keyakinan HMI tentang ketuhanan, kesemestaan, kemanusiaan
dan kemasyarakatan, semangat perjuangan dan hari kemudiaan sebagai konsepsi
cita-cita masa depan kehidupan manusia. Keyakinan tersebut merupakan akar dari
segenap perbuatan manusia untuk menyempurna sebagai insan kamil atau cita ulil
albab dalam tujuan HMI. Keyakinan dalam Islam tertuang dalam prinsip tauhid
yang mengingkari segenap penghambaan, ketundukan dan keterikatan kepada hal-hal
yang menyebabkan hilangnya kesempatan menyempurna menuju kedekatan tertinggi di
hadapan Allah SWT. Keyakinan ini tidak dipahami secara dogmatis melainkan
dibenarkan oleh kesadaran yang sejenih-jernihnya.
Tafsir
tujuan HMI dalam Khittah Perjuangan merupakan penjabaran mengenai tujuan
individual, sosial dan hakikat perkaderan sebagai upaya sistematis HMI menuju
cita-cita tersebut. Individu ulil albab dan masyarakat Islam yang
dicita-citakan akan melahirkan hubungan timbal balik. HMI tidak memisahkan
wilayah privat dan publik sebagai dua entitas kehidupan yang berbeda. Hal ini
karena Al-Qur’an memberitakan bahwa insan ulil albab merupakan sosok yang dapat
membentuk dan menata kehidupan sosial yang adil, sebaliknya kehidupan sosial
yang adil merupakan wahana pendidikan insaniyah yang utama untuk membentuk
pribadi-pribadi utama.
Tafsir usaha dan independensi dimaksudkan untuk memberi
penjelasan mengenai proses perjuangan yang diridhai untuk mencapai cita-cita.
Independensi merupakan nilai yang menyemangati proses secara sadar tersebut.
Independensi mengamanatkan perlunya kemandirian dan kemerdekaan menentukan
sikap untuk memilih kebenaran dan memperjuangkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar